era digital

Pengangguran di Era Digital

Perkembangan zaman di era global sekarang ini, mendesak pikiran manusia untuk semakin maju. Salah satunya di bidang ekonomi. Di era digital, masyarakat semakin dimudahkan untuk meningkatkan perekonomian meraka. Perbandingan yang sangat mencolok seebelum era digital menjadi trendsetter di kehidupan manusia. Bila kita sedikit telisik ke masa lalu, seseorang  membutuhkan perjuangan untuk membuat suatu usaha. Modal yang besar dan perhitungan untung rugi menjadi momok bagi sesorang untuk merintis sebuah usaha. Ketika mimpi buruk itu berakhir,  kita terbangun di era digital. Dimana semua yang kita inginkan berada di genggaman tangan dan apa yang kita impikan bukan sekedar angan. Bisa kita ambil contoh : “Sesorang tertarik di dunia fashion, dia ingin memulai usaha di bidang fashion, apa dia memeerlukan modal yang besar? Dulu iya, Lalu sekarang? Dia hanya perlu modal smartphone   sebuah akun Instagram. Dia tidak perlu lagi membeli banyak baju untuk stock barang di toko, dia hanya perlu menyiapkan beberapa sample baju untuk dipajang di akun Instagram nya”.  Lalu seseorang yang mempunyai bakat musik dan ingin terkenal. Mereka tidak perlu repot-repot datang ke label rekaman untuk mempromosikan demo suaranya. Mereka hanya cukup membuat video menyanyi dan di upload di youtube. Saat masyarakat menyukai video anda, youtube akan meembayar anda dengan nominal yang menggiurkan.

era digital

Secara kasat mata, seharusnya tidak ada orang yang  menjadi pengangguran dan mengalami kesusahan lagi. Lalu kenapa di era digital masih banyak pengangguran yang bergelimpangan dimana mana? Apa yang salah? Dan siapa yang harus disalahkan? Hal pertama yang sangat disayangkan adalah perkembangan zaman berbanding terbalik dengan perkembangan berfikir manusia. Di saat kita memasuki era global cara berpikir kita masih statis. Banyak masyarakat yang pemikirannya masih terkurung bahwasanya bekerja adalah diterima di sebuah perusahaan, memakai baju rapi dan berdasi serta mendapat gaji tetap setiap bulannya. Dan dengan entengnya mereka mengeluh “mencari pekerjaan susahlah, saingannya banyak, pemerintah tidak menyiapkan lapangan kerja yang banyak dan masih banyak lagi”. Rasanya ingin tertawa dengan lelucon ini. Saat kita dengan bangganya memamerkan era digital yang memudahkan hidup kita kepada dunia, kenapa kita tidak mengupgrade cara berpikir kita agar bisa mengimbangi era digital?

Pada dasarnya setiap manusia telah diberikan kelebihan masing-masing oleh tuhan. Langkah awal yang harus dilakukan adalah buka mata kalian. Buang jauh-jauh pikiran kalau bekerja adalah diterima di perusahaan dengan memakai baju rapi. Bukan bearti bekerja di perusahaan salah. Namun, saat dewi fortuna belum berpihak pada anda untuk bekerja di sebuah perusahaan, bukan bearti anda tidak mempunyai kemampuan itu. Disinilah peran berpikir positif sangat penting. Mungkin saja tuhan meengiginkan kita untuk mengeksplor kelebihan yang kita punya untuk meraih pundi – pundi yang lebih besar. Saat kita mulai mencabuk otak, “kejam” pada diri kita, tidak ada lagi kalimat “susah banget ya cari uang”. Karena kata pengangguran hanya menempel pada insan yang malas dan tidak bisa memotivasi diri mereka sendiri.

 

gadgets in hand

Gadget dan Kehidupan Masa Kini

Di jaman era globalisasi saat ini teknologi merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi banyak orang, terutama yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta misalnya. banyak sekali orang mengaplikasikan teknologi dikehidupannya sehari-hari, sebagai contoh penggunaan mobile smatphone atau biasa disebut handphone. Oleh karena itu beberapa produsen gadget saat ini banyak bermunculan dan menjual produknya untuk dipasarkan yang bertujuan selain mendapatkan profit juga untuk memenuhi kebutuhan dari konsumennya.

Banyak orang yang bergantung pada pesatnya kemajuan teknologi pada smartphone, salah satu alasannya adalah kepraktisan. Di jaman sekarang ini memang segala sesuatunnya dituntut untuk serba cepat (efektif dan efisien). Karna dapat melakukan beberapa jenis kegiatan secara cepat dan mudah perkembangan teknologi smartphone ini menjawab semua pertanyaan dari penggunanya.

gadgets in hand

Akhir-akhir ini salah satu dari produsen gadget asal negeri gingseng yang belum lama mengibarkan sayapnya di dunia industry mobile smartphone ini, yaitu “Xiaomi” kembali mengenalkan produk terbarunya ke publik yaitu “Xiaomi Redmi Note Pro” yang di launching pada tanggal 1 oktober 2017 kemarin di Gandaria City.

Pada launchingnya kali ini selain memperkenalkan produk terbarunya, Xiaomi juga ingin membuat para konsumen menjadi percaya dengan produk-produk yang dilahirkannya dengan cara manambah jaringan purna jual (after sales) bagi para konsumen setianya.

Saat ini sepertinya Xiaomi benar-benar serius dalam debutnya dibidang teknologi mobile smartphone, terbukti dari teknologi yang dihasilkan up to date atau bisa dibilang tidak ketinggalan jaman. Produsen dari Xiaomi juga menyasar target pasar untuk kaula muda yang aktif atau eksekutif muda.

Pada kesempatan kali ini Xiaomi tidak mau kalah dari produk-produk yang ditawarkan oleh competitor lain yang juga menawarkan sejumlah teknologi yang tak kalah canggih. Dikala persaingan semakin ketat, Xiaomi mengeluarkan produk terbarunya yaitu “Xiaomi Redmi Note Pro”. Berbeda dari pendahulunya saat ini Xiaomi Redmi Note Pro dibekali OS android lollipop berbasis MIUi serta processor chipset snapdragon 650 hexa core dengan kapasitas lebih besar yaitu memiliki RAM sebesar 3GB dan memori internal sebesar 32GB. Dimana dengan kapasitas sebesar itu mampu menelan berbagai macam aplikasi dan games berat seperti EA games. Keunggulan lainnya adalah bisa multitasking ke beberapa aplikasi yang sedang berjalan. Pada Xiaomi Redmi Note Pro juga dibekali oleh beberapa jaringan untuk mendukung fungsi utama dari gadget canggih ini, diantaranya jaringan HSPDA, 2G, 3G, dan juga 4G LTE. Bagi para pecinta fotografi dan selfi, Xiaomi Redmi Note Pro juga tidak ketinggalan untuk membekali kamera 2MP dibagian depan dan 5MP dibagian belakangnya dengan pemilihan warna HDR yang cukup beragam, sehingga dapat mengahasilkan gambar yang baik dan natural.

Bagi kalian yang suka dengan kepraktisan, Xiaomi Redmi Note Pro jagonya. Desain yang slim dengan ukuran layar 5,5” IPS LCD membuatnya mudah dikantongi, serta kalian tidak perlu takut battery cepat low karena Xiaomi Redmi Note Pro memiliki kapasitas battery 4000mAh yang membuat kalian tidak perlu repot membawa charger dan powerbank kemana-mana. Untuk masalah keamanan tidak perlu diragukan, adanya fingerprint scanner yang membuat keamanan privasi semakin terjaga. Selain itu yang tidak kalah penting adalah harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan produk lain yang menawarkan spesifikasi yang sama. Bagaimana, apakah anda tertarik untuk memilikinya?

 

Tak Haram Adopsi Kurikulum Global

Sudah berapa kali sistem kurikulum kita berganti. Mungkin tidak banyak yang ingat. Hampir setiap generasi sistem itu berubah, lebih buruknya setiap pergantian pemimpin sistempun ikut berubah. Dalam hal ini menteri pendidikan. Karena seringnya perombakan itulah kualitas pendidikan saat ini juga tidak merata. Inilah yang menjadi alasan kenapa banyak sekolah yang membandrol harga mahal berani memilih kurikulum sendiri mengadopsi dari luar negeri. Dan menjadi nilai jual bagi mereka.

Kurikulum pendidikan yang konsisten dan berkembang, bukan berubah-ubah,  menjadi pilihan yang aman bagi pelaku pendidikan. Sebut saja dua kurikulum yang sudah tidak asing bagi dunia pendidikan di Indonesia saat ini yaitu Cambridge Examinations dan International Baccalaureate. Keduanya dirasa paling popular untuk menyelamatkan pendidikan generasi kedepan agar tak menjadi kelinci percobaan oleh kurikulum yang selalu diubah-ubah oleh pemerintah ini. 

kurikulum

Hal ini memang bagus untuk dicermati. Karena menerapkan sistem kurikulum yang diamini secara global maka kesempatan untuk berkembang juga semakin besar. Tidak terpagari oleh batas ketidak tahuan dan ketidak mampuan. Tak bisa dihindari saat ini kita hidup di dunia globalisasi yang semuanya serba dalam hitungan detik dan tak ada jarak, bahkan waktu pun menjadi bias. Kompetitor para generasi kedepan di sini bukan lagi teman satu bangku mereka atau satu sekolah mereka. Namun orang di negara lain yang saat ini juga sama-sama belajar dan memperluas ilmu.

Contohnya saat ini sekolah negeri pun, di bawah kementerian pendididkan, banyak juga yang telah menerapkan sistem pendidikan dari luar tersebut. Meskipun dicampur. Alasannya sekolah tersebut ingin menghasilkan generasi yang lebih berwawasan global dan mampu bersaing di dunia global. Dan munculah sekolah bertaraf internasional atau sekolah berstandar nasional. Meskipun pada akhirnya ini dirubah kembali.

Inilah alasannya memilih sistem kurikulum harus menjadi pertimbangan yang benar-benar serius. Tidak hanya mengikuti apa yang sudah dibuat namun juga harus selektif. Memilih kurikulum memang harus ditentukan dengan tujuan kedepan. Ingin seperti apa atau jadi apa generasi tersebut? Jika ingin bersaing di dunia global maka tak haram hukumnya mengadopsi kurikulum dari dunia luar yang memang para kompotitor juga mengunakannya.

Pengangguran Terdidik di Indonesia dan Cara Mengatasinya

Tingkat pengangguran di Indonesia pada tahun 2017 mencapai 5,81% dari total keseluruhan jumlah penduduk atau sebanyak 7,02 juta jiwa. Di antaranya, terdapat sekitar 6,22% (kurang-lebih 436 ribu jiwa) yang memiliki gelar sarjana. Fenomena ini tergolong memprihatinkan karena sarjana yang diharapkan dapat berkontribusi untuk membangun negara namun justru terkatung-katung tanpa penghasilan yang tetap. Padahal tiap tahunnya akan selalu ada 750 ribu lulusan perguruan tinggi baru yang siap untuk turut meramaikan pasar kerja Indonesia.

Hal ini perlu mendapatkan perhatian yang serius dari Kementrian Tenaga Kerja Republik Indonesia (Kemenaker). Aksi yang nyata dan tepat sasaran sangat diperlukan guna mengurangi angka pengangguran terdidik di Indonesia. Misalnya dengan memberikan pendampingan berwirausaha untuk para sarjana agar dapat memberdayakan dirinya sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi para sarjana lainnya. Ini bisa jadi “sekali dayung, dua tiga-pulau terlampaui”. Atau bisa juga dengan membantu memfasilitasi agar para lulusan baru atau mahasiswa tingkat akhir dari sebuah perguruan tinggi bisa berkesempatan untuk magang di perusahaan-perusahaan terkemuka untuk memperkaya curriculum vitae mereka dan memperlebar kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan di masa yang akan datang.

Namun kadang dari sisi para sarjana sendiri ada mindset bahwa sebagai lulusan pendidikan tinggi, mereka seharusnya mendapatkan pekerjaan yang mudah dengan lingkungan kerja yang nyaman. Kemenaker bisa membantu mengubah cara pandang tersebut dengan memberikan pelatihan motivasi secara gratis agar para pengangguran terdidik ini bisa memperbaharui cara pikirnya supaya bisa lebih terbuka untuk peluang rezeki yang mungkin sebelumnya belum pernah terpikirkan. Para sarjana perlu memiliki kesadaran bahwa lulusan perguruan tinggi tidak hanya bisa bekerja di kantor, karena nyatanya ladang rezeki di luar kerja kantoran ada sangat banyak.

Selain itu, Kemenaker juga perlu melakukan pengawasan bagi perusahaan agar tidak mudah melakukan pemutusan hubungan kerja sehingga dapat menciptakan gelombang pengangguran baru. Terkadang dengan alasan sepele atau hanya karena faktor like and dislike, seorang karyawan bisa dirumahkan oleh perusahaan tanpa adanya pemenuhan terhadap hak-haknya sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Untuk mencegah perusahaan berlaku sewenang-wenang maka Kemenaker perlu bertindak tegas dengan bantuan liputan luas media massa agar perusahaan-perusahaan yang lain tidak melakukan kesalahan yang sama.

Dengan kombinasi dari program-program di atas, maka diharapkan angka pengangguran terdidik di Indonesia bisa semakin diminimalisir. Menurunnya angka pengangguran terdidik dapat berkontribusi terhadap angka pertumbuhan pembangunan dan pada akhirnya akan membantu Indonesia untuk menjadi lebih sejahtera.

Fasilitas Pendidikan online di Universitas Mercu Buana

Dengan perkembangan teknologi di masa sekarang yang semakin pesat,dapat mengembangkan kemajuan di berbagai bidang salah satunya pada bidang pendidikan.kemajuan fasilitas pendidikan sudah banyak sekali kita temui di masa sekarang seperti halnya penerapan fasilitas pembelajaran online di universitas mercu buana.

Pembelajaran sistem online di universitas mercu buana sangat membantu bagi mahasiswa atau mahasiswi program karyawan yang harus membagi waktu sekolah dan bekerja mereka dengan  keragaman profesi serta kesibukannya, mahasiswa atau mahasiswi dapat belajar di mana saja tanpa harus berada di ruang kelas yang dapat mengurangi waktu dan tenaga mereka.

Selain Kemudahan sistem belajar  yang dapat di akses oleh mahasiswa atau mahasiswi dimana saja, sistem pembelajaran online ini juga dapat membantu mengurangi sarana sekolah seperti sarana ruang kelas yang harus disediakan oleh pihak sekolah, seperti halnya jika setiap pembelajaran harus berada di ruang kelas maka pihak sekolah harus menyediakan sarana ruang kelas yang mendukung proses belajar mengajar sementara jumlah mahasiswa atau mahasiswi terus bertambah setiap tahunya serta lahan yang semakin sempit khususnya di ibukota Jakarta.

Dengan demikian fasilitas pendidikan online memiliki banyak sekali manfaat di berbagai pihak  baik mahasiswa atau mahasiswi ataupun pihak sekolah, akan tetapi jika pemanfaatan sistem online ini tidak di sikapi dengan perilaku positif maka akan menghasilkan dampak yang negative seperti halnya memanfaatkan sistem online dengan perilaku meremehkan dengan membuka pembelajaran sewaktu-waktu dikarenakan kemudahan akses dimana saja juga dapat membudayaakan sikap yang buruk bagi mahasiswa atau mahasiwi.

Selain itu dari pihak sekolah juga mempunyai dampak seperti halnya pihak sekolah telah memfasilitasi kemudahan sistem belajar online akan tetapi jika sistem pembelajaran online tersebut tidak dikembangkan secara terus menerus maka dapat mengurangi  mutu pembelajaran di universitas mercu buana  yang dapat mengurangi  kemampuan menghasilkan mahasiswa atau mahasiswi lulus dengan kualitas  kemampuan yang mumpuni mengingat perkembangan yang terus menerus terjadi dari masa ke masa atau dari jaman ke jaman .

Pengangguran yang Tidak Berkesudahan

Pengangguran merupakan sebutan untuk Orang atapun masyarakat tertentu yang tidak memiliki pekerjaan, pengangguran pada umumnya didasari dengan sulitnya mencari lapangan pekerjaan ataupun tingkat kebutuhan suatu perusahaan yang menurun dikarenakan dampak dari perekonomian suatu perusahaan sendiri yang akhirnya memperkecil ruang lingkup untuk terbukanya lapangan pekerjaan. Dengan demikian pengangguran yang ada pada suatu negara tertentu cukup memberikan persentase yang tinggi.

Salah satu daerah yang cukup memiliki persentase masyarakat pengangguran yang tinggi adalah Ibu Kota DKI Jakarta, dikutip dari Kompas.com bahwa masyarakat pengangguran yang khususnya mendiami wilayah Ibu Kota DKI Jakarta, pada bulan Agustus tahun 2015 tercatat 6,18% atau meningkat dibandingkan dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 5,94% pada Tahun 2014. Dengan meningkatnya masyarakat pengangguran yang mendiami wilayah Ibu Kota DKI Jakarta tersebut, tingkat kejahatan terhadap sesama masyarakat dan juga kesenjangan sosial semakin meningkat.

Pada umunya pengangguran sendiri terjadi dikarenakan bebarapa Faktor salah satunya  yaitu, tidak memiliki ketrampilan atau keahlian khusus yang dapat menunjang terbuka nya lapangan pekerjaan untuk satu orang calon pekerja. Adapun juga faktor lain adalah dimana lapangan pekerjaan yang mengecil seiring diikutinya dengan krisis ekonomi yang memberikan dampak terhadap perusahaan agar memperkecil Cost (pengeluaran)  terhadap karyawan. Faktor selanjutnya adalah semakin tingginya persyaratan minimal terhadap pendidikan oleh suatu perusahaan tertentu.

Contoh dari salah satu faktor dengan persyaratan minimal terhadap pendidikan adalah dimana satu perusahaan membuka lowongan pekerjaan untuk mengisi suatu posisi dengan persyaratan pendidikan minimal adalah Strata 1 (S1),ataupun juga harus memiliki pengalaman dibidang yang sama paling minimal 1-2 tahun. Dengan demikian, banyak para calon pelamar kerja dengan dasar (basic) Sekolah Menengah Kejuruan atapun Sekolah Menengah Atas yang tidak bisa atau tidak mendapat kesempatan bekerja pada perusahaan tersebut.

Pengangguran yang disebabkan oleh faktor klasifikasi pendidikan cukup memberikan persentase yang besar, dikutip dari data Kompas.com untuk lulusan Sekolah Menengah Kejuruan sebesar 12.65% dan untuk lulusan Sekolah Menengah Atas sebesar 10,32%. Persentase yang cukup besar ini biasanya para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan atapun Sekolah Menengah Atas tidak dapat melanjuti ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau kita ketahui yaitu Universitas. Tidak bisanya melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dikarenakan faktor ekonomi keluarga ataupun biaya untuk menempuh menjadi calon mahasiswa/mahasiswi di suatu Universitas yang sangat tinggi atau dikatakan mahal.

 

Pada dasarnya untuk lulusan Sekolah Menengah Kejuruan, mereka sudah memiliki dasar kejuruan(spesialis) pada suatu lapangan pekerjaan, apabila mereka tidak memiliki lapangan pekerjaan sesuai dengan keahlian mereka, maka untuk para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan ini tidak memungkinkan untuk pindah ke sektor lain.

Dengan beberapa faktor tersebut, maka pengangguran akan terus bertambah dengan seiring bertambahnya juga jumlah penduduk disuatu Negara tertentu serta tidak adanya dukungan disediakannya lapangan pekerjaan untuk pengangguran yang seharusnya dapat dilatih dan dapat memiliki ketrampilan, sehingga mendapat kesempatan untuk mencari lapangan pekerjaan ataupun minimal dapat menciptakan lapangan pekerjaan untuk dirinya sendiri. Jika pemerintah dapat menyediakan sarana masyarakat, dimana masyarakat dapat dilatih menjadi masyarakat yang memiliki ketrampilan khusus, maka lapangan pekerjaan akan meluas. Salah satu contoh kecil adalah dimana jika lulusan Sekolah Menengah Kejuruan yang dimana sebelumnya di Sekolah sudah di arahkan pada keahlian khusus, jika diberikan pengarahan kembali secara terstruktur akan dapat membuka lapangan pekerjaan dimana lapangan pekerjaan tersebut dapat berguna bagi orang lain dan memperkecil tingkat pengangguran namun memperbesar ataupun memperluas lapangan pekerjaan yang tersedia.

dikutip data Wikipedia,Adapun Jenis & Macam – macam pengangguran yang dapat dibedakan, Yaitu :

  • Pengangguran Friksional :

Pengangguran ini disebabkan oleh seperti yang saya berikan contoh di atas, dimana suatu perusahaan di daerah yang semakin maju, membutuhkan tenaga kerja atau sumber daya manusia dengan kualifikasi pendidikan yang lebih tinggi

  • Pengangguran Musiman :

Pengangguran ini biasanya terjadi pada para tenaga kerja seperti petani ataupun tukang buah, contoh kecil dimana tukang buah Rambutan, harus menunggu musimnya buah Rambutan

  • Pengangguran Siklikal :

Pengangguran ini disebabkan dimana naik turunnya perekonomian pada suatu negara atau wilayah tertentu yang menyebabkan terbukanya lapangan pekerjaan lebih rendah dibandingkan dengan para pencari lapangan pekerjaan, jenis pengangguran ini seperti yang sudah saya tuturkan pada pembahasan diatas yaitu dimana seiringnya jumlah penduduk disuatu Negara ataupun Wilayah terus meningkat, sedangkan lapangan pekerjaan yang semakin mengecil ditambah dengan kualifikasi terhadap sumber daya manusia yang harus memiliki kualitas yang lebih baik harus terpenuhi.

Untuk mengatasi permasalahan ini Pemerintah Indonesia, Khususnya BUMN serta Badan Ketenagakerjaan yang khususnya di Indonesia harus mencari jalan keluar untuk mengatasi Momok pengangguran yang ada di Indonesia dengan menciptakan Lapangan pekerjaan. Menurut Saya secara pribadi, sangat memungkinkan jika pemerintah membuat suatu home Industri yang dapat mengembangkan karya anak bangsa. Banyak sekali karya anak bangsa Indonesia yang seharusnya dapat dijadikan peningkatan perekonomian warga. Banyak karya anak Bangsa Indonesia yang terbengkalai, seharusnya kita bisa memperkenalkan secara luas ketrampilan kita ke Mancanegara. Dengan terciptanya home industri akan semakin membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak sekaligus memberikan pembelajaran terhadap masyarakat – masyarakat  untuk terus berlatih dan memiliki keinginan untuk memiliki satu ketrampilan seiring dengan permintaan konsumen akan karya tersebut.

Dengan demikian lapangan pekerjaan untuk para pencari kerja akan terus tercipta, dengan itu juga tingkat persentase pengangguran yang saat ini sangat besar semakin menurun, begitu juga dengan kesenjangan sosial ataupun tingkat kejahatan terhadap sesama semakin merendah seiring berjalannya waktu dengan pengembangan dari Home Industri.

Pengangguran Dalam Kemajuan Zaman

Oleh A Ramdan

Di Indonesia jumlah pengangguran adalah masalah yang paling sulit diatasi oleh pemerintah sampai saat ini , dimana tercatat setiap tahun jumlah pengangguran terus meningkat karena minimnya lapangan kerja. Pemerintah harus cepat mengatasi permasalahan ini, jika tidak jumlah pengangguran akan terus bertambah tiap tahunnya.

Salah satu penyebab bertambah nya pengangguran di Indonesia adalah banyaknya para pendatang atau pelancong yang mencoba peruntungan untuk beradu nasib di Jakarta yang dating dari kampung ke kota misalnya, setiap seusai libur lebaran kota Jakarta pun menjadi padat membludak tercatat oleh BPS tiap tahun seusai libur lebaran dan setelah memasuki semester akhir tingkat kelulusan anak smk selalu mengalami peningkatan yang saat signifkan.

Jumlah pengangguran yang sangat tinggi membuat lapangan kerja pun tidak dapat menampung para pencari kerja, ditambah minimnya pengalaman dan kurangnya keterampilan dalam dunia kerja membuat sulitnya mendapatkan pekerjaan kebanyakan para pencari kerja yang dating dari kampung ke kota Jakarta hanya bermodalkan ijazah tanpa memiliki keterampilan sehingga sulit bersaing dengan pencari kerja lainnya.

Salah satu karakteristik di Indonesia adalah pengangguran yang cukup tinggi dihadapi oleh tenaga kerja muda usia 17  sampai 24 tahun, jauh lebih tinggi dari rata – rata pengangguran secara nasional. Mahasiswa yang baru lulus dari universitas dan siswa sekolah kejuruan mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan di pasar kerja nasional.terhitung setiap tahun nya hanyak 40 % dari mahasiswa lulusan universitas dan siswa kejuruan yang mendapatkan kerja di pasar nasional.

Pada tahun 2017 namun ada penuruan yang signifikan dari tingkat pengangguran dikarenakan  telah masuknya era pasar bebas banyaknya perusahaan – perusahanan baru membuat banyaknya tercipta lapanagan kerja , ditambah sat ini  setiap para pekerja telah mendapatkan bekal yang cukup dari Pendidikan dalam dunia kerja pada saat sekolah ataupun kuliah, pemerintah pun kini telah menciptakan program pelatihan – pelatihan bagi para lulusan untuk nantinya mendapatkan bekal yang cukup dalam bidang pekerjaan yang diminatinya seperti BLKI ( Badan Lembaga Kerja Indonesia ) . pada progam ini setiap para pencari kerja bagi lulusan akan mendapatkan pelatihan – pelatihan sesuai dengan bidang pekerjaan yang dimanatinya dimana ada pembekalan secara toari maupun praktek langsung.

Di era ecommers yang sudah serba canggih ini di harapkan para pencari kerja pun lebih kreatif dan berharap dapat menciptakan lapangan kerja sendiri dengan memanfaatkan teknologi seperti media social dan internet.  sehingga dapat mengurangi tingkat pengangguran yang ada di Indonesia saat ini. Hadirnya gojek yang memanfaatkan teknologi berpengaruh sangat signifikan terhadap tingakat pengangguran di Indonesia saat ini, sekarang hampir semua masyarakat diindonesia baik tua maupun muda bisa mendapatkan pekerjaan dengan menjadi ojek online, tanpa harus memiliki keterampilan khusus masyarakat pun dapat menjadi mitra gojek hanya dengan memiliki motor dan sim sebagai syaratnya.

Namun dengan hadirnya ojek online saat ini masih menimbulkan konflik sehingga masih terjadi keributan antar warga yang tidak atau belum bisa menerima hadirnya ojek online ini, namun tidak bisa dipungkiri bahwa hadir nya ojek online di Indonesia dapat mengurangi tingkat pengangguran yang di Indonesia dan berharap masyarakat pun harus sadar bahwa teknologi semakin canggih dan itu tidak bisa dipungkuri. Terlepas dari permasalah konflik ojek online ini semoga pemerintah cepat memberikan solusinya agar tidak terjadi keribut keribut seperti sekarang ini.

Rendahnya Minat Baca Masyarakat, Salah Siapa?

Oleh: D Alvionita

Tahukah kamu bahwa negara Indonesia merupakan negara dengan tingkat minat membaca sangat rendah? Menurut data Unisco yang disampaikan oleh Najwa Sihab dalam acara Mata Najwa akhir Juli tahun 2017 lalu, Indonesia menempati sebagai negara ke-2 terendah dalam tingkat membaca untuk tiap tahunnya. Data statistik melampirkan bahwa masyarakat Indonesia hanya mampu membaca 0,001 %. Artinya hanya 1 orang Indonesia yang mampu membaca 1 buku untuk tiap tahunnya.

Buku adalah salah satu ‘transportasi’ kita untuk mendapatkan ilmu. Dengan membaca kita mampu untuk mengasah indera. Jika kita rajin membaca, kita mampu mempelajari apa saja, mampu mengatasi masalah emosional, bahkan mampu menjelajahi dunia. Profesi apapun tentu tidak akan lepas dari proses tulis menulis dan membaca. Semakin pintar seseorang, akan dilihat dari bahan bacaan sehari-hari yang rutin ia baca.

Indonesia menjadi salah satu negara dengan generasi muda paling banyak. Tingkat kelahiran di Indonesia tiap tahun pun semakin meningkat. Jika generasi muda Indonesia tidak membaca hari ini, Indonesia ke depan mau jadi apa?

SISTEM PENDIDIKAN
Kebanyakan pelajar atau generasi muda Indonesia memiliki minat membaca yang rendah. Pelajar Indonesia sangat sulit menyentuh bahan bacaan. Baik itu bahan pelajaran, maupun fiksi. Salah satu penyebabnya adalah sistem pendidikan yang ada di Indonesia. Kita ambil contoh sistem pendidikan negara Jepang.

Negara Jepang adalah salah satu negara dengan tingkat membaca sangat tinggi. Pemerintah Jepang menerapkan kurikulum membaca untuk setiap sokolah. Setiap siswa dimulai dari tingkat SD hingga SMA, wajib membaca buku 15 menit sebelum pelajaran dimulai. Dengan kurikulum membaca ini, siswa di Jepang sedikitnya menamatkan 10 buku dalam setahun.
Bagaimana dengan Indonesia?

KEKURANGAN PENULIS DENGAN PENJUALAN BUKU RENDAH
Selain faktor sistem pendidikan, Indonesia memiliki kesulitan lain yang menyebabkan tingkat membaca rendah. Ya, kekurangan penulis dengan penjualan buku rendah.

Daftar harga buku di Indoenesia sangat mahal. Hal ini lah yang menyebabkan tingkat bajak buku di Indonesia sangat tinggi. Toko buku yang menjual buku asli bekas dengan kualitas buku memadai sangat sulit ditemukan di Indonesia. Kalaupun ada, buku yang ditemukan sudah rusak dan tidak layak baca. Kita harus memperbaiknya, banyak lembaran yang sudah usang, dan bahkan tidak memiliki sampul. Memprihatinkan bukan?

Sistem bagi royalti yang banyak dikeluhkan oleh kalangan penulis di seluruh Indoensia. Bahkan, belakangan ini, akan diterapkan kenaikan pajak royalti bagi penulis Indonesia. Hal ini tentu memberatkan penulis. Oleh sebab itu, penulis Indonesia pun enggan untuk menerbitkan bukunya.

PENDIDIKAN PERTAMA
Pendidikan pertama seorang anak adalah pendidikan di dalam rumah (keluarga). Seorang anak akan mencerminkan kebiasaan keluarganya. Secara psikologi, seorang anak akan berusaha lebih baik dibandingkan kedua orang tuanya, begitupun halnya, orang tua tentu akan mengusahakan yang terbaik untuk anaknya.

Namun, masihkah mendongeng menjadi rutinitas sebelum tidur di setiap rumah? Ya, dahulu, orang-orang banyak menerapkan membaca dongeng untuk mengasah indera perasa bagi sang anak. Hal ini diperlukan bagi psikologi anak. Membaca dongeng semacam nasihat langsung yang disampaikan oleh orang tua. Setiap orang tua tentu menyempatkan sedikitnya waktu satu jam untuk membacakan satu buku dongeng mini bagi sang anak.

Namun, apa yang terjadi hari ini? orang tua sibuk mencari nafkah, bahkan sang anak tidak mampu bertemu dengan orang tuanya barang satu jam saja sebelum tidur. Begini sulitkah mendidik anak sejak dini?

LUNTURNYA BUDAYA INDONESIA
Kurangnya minat membaca anak Indonesia salah satunya ditandai dengan faktor minim pengetahuan budaya. Generasi muda Indoensia bahkan tidak mengerti akan asal usul negara mereka sendiri, baik sejarah Indonesia maupun budaya Indonesia. Hal ini tentu menjadi pasti bahwa setiap anak juga tidak mengetahui asal usul daerah mereka sendiri. Sejarah dan budaya mampu dipelajari dengan membaca buku. Jika seorang anak tidak mampu membaca buku fiksi/hiburan, bagaimana akan mencintai buku sejarah?

Berbagai faktor di atas mampu kita ‘obati’ bersama dengan mengingatkan dan menumbuhkan energi baca bagi semua kalangan di Indonesia. Demi pendidikan Indonesia yang maju. Demi generasi muda Indonesia yang berkualitas.

Kamu ingin tunda membaca?
Kamu wajib baca ulang artikel ini!